Perjalanan Kopi (Bagian Kedua: Takengon, Gayo Lues, Kutacane dan Medan )

phing fei

Menyambung cerita saya soal perjalanan kopi di postingan sebelumnya, alkisah saya kunjungi lagi Nanggroe Aceh Darussalam untuk keduakalinya di tahun 2013, tepatnya di bulan Desember. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena saya ngebet pengen ke kota Takengon. Kenapa Takengon? Karena kopi. Akibat sudah merasakan nikmatnya Arabica Gayo di kunjungan pertama di Aceh, saya jadi penasaran ingin mengunjungi tempat asal kopi ini.

Takengon yang mayoritas penduduknya adalah suku Gayo, merupakan ibukota kabupaten Aceh Tengah yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, sekitar 1.200 mdpl. Lokasinya berbukit-bukit dan terdapat Danau Laut Tawar di tengah-tengahnya. Dengan kondisi geografis ini, Takengon menjadi surga bagi pecinta kopi, di mana perkebunan kopi menyelimuti area ini. Yes, Takengon is the home of Gayo Arabica coffee. It is the little heaven to me.

Kenyataannya, pada hari pertama di Takengon saya berkesempatan mengunjungi perkebunan kopi sambil menikmati pemandangan danau dari ketinggian. Saya juga sempat mengunjungi pabrik kopi milik H…

View original post 387 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s